Cintai Kertas

Kebayang gak sih bakal ada suatu waktu entah kapan, produksi kertas dibumi dihentikan?. Dimana semua kegiatan tulis menulis tidak lagi menggunakan pensil dan kertas sebagai alat, semua serba digital. Dari mulai anak SD yang nulis Ini Budi Ini ibu Budi, sampai buku tabungan kita di Bank tidak dalam bentuk kertas tapi terdigitalisasi. Dan semua ini akan sangat mungkin terjadi jika dari sekarang kita masih menganggap kertas adalah hal sepele, sesuatu yang tak perlu dihemat yang sangat mudah disia-siakan dan berakhir berserakan dilantai adalah hal biasa bagi kertas.
Disadari atau tidak, ada sebuah kenikmatan tersendiri ketika kita menggoreskan pena diatas kertas. Menulis diatas kertas telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita yang pasti akan sangat aneh jika hilang begitu saja. Banyak cara dilakukan untuk memanfaatkan kertas, menggali potensinya sedalam mungkin. Salah satu caranya yaitu seperti yang telah dilakukan oleh Komunitas Pecinta Kertas (KPK) yang berkreasi dengan kertas bekas.
Ternyata selain untuk menulis, kertas juga punya kegunaan lain. KPK pernah membuat custom toys, lampu, gelang, dress lengkap dengan topi dan belt, 20 patung babi seukuran babi asli. Untuk 20 patung babi ini KPK membutuhkan 90 kg kertas koran dan lem 20 kg. How amazing they recycle paper into something cute and artsy!.
Jadi udah bukan jamannya lagi kita asal nyobek-nyobekin kertas diatas lantai waktu dosen ngasih kuliah. Then, karena kita masih memakai kertas untuk kebanyakan tugas-tugas kuliah, spasi sampai ukuran kertas juga musti diatur agar tidak banyak kertas yang terbuang sia-sia. Let’s start to love paper as much as we love our earth ^^.
Oleh: Lilih Siti Hilaliah / Kabid Pers Mahasiswa

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Flickr Digg Yahoo! Technorati MySpace Delicious RSS